Tugas V-Class Perencanaan dan Pengendalian Produksi

Tugas V-Class

By: Heidy Olivia Thaeras (30408421)

3ID02

 

1. Jelaskan tujuan dari perencanaan kebutuhan bahan!

2. Jelaskan MRP sebagai suatu sistem!

3. Apa kaitan antara MRP dengan jadwal induk produksi?

4. Apa yang dimaksud dengan closed loop MRP?

5. Jelakan perbedaan prinsip antara MRP, MRPII dan ERP

 

Jawaban:

 

1. Tujuan dari perencanaan kebutuhan bahan antara lain:

– Meminimalkan persediaan dimana pembelian bahan dilakukan sebatas yang diperlukan saja.
– Mengurangi risiko karena keterlambatan produksi atau pengiriman.

– Komitmen yang realistis, dimana jadual produksi diharapkan dapat dipenuhi sesuai rencana,     sehingga komitmen terhadap pengiriman barang dapat dilakukan secara lebih realistis.
– Meningkatkan efisiensi, karena jumlah persediaan, waktu produksi dan waktu pengiriman barang dapat direncanakan lebih baik sesuai dengan jadual induk produksi.

 

2. Kebanyakan sistem Perencanaan Kebutuhan Bahan Baku (MRP) itu terkomputerisasi, dimana analisis MRP bersifat langsung dan serupa antara sistem terkomputrisasi satu dengan yang lainnya. Jadwal induk produksi, arsip persediaan dan pembelian, serta lead time untuk masing-masing merupakan pembentuk sistem perencanaan kebutuhan bahan baku. Suatu sistem MRP pada dasarnya bertujuan untuk merancang suatu sistem yang mampu menghasilkan informasi untuk mendukung aksi yang tepat baik berupa pembatalan pesanan, pesan ulang, atau penjadwalan ulang. Aksi ini sekaligus merupakan suatu pegangan untuk melakukan pembelian dan/ atau produksi.

 

3. Kaitan antara MRP dengan jadwal induk produksi (master production schedule) yaitu membuat spesifikasi mengenai apa yang akan dibuat dan kapan akan dibuat. Jadwal ini harus sesuai dengan rencana produksinya yang mencakup berbagai input, seperti rencana anggaran, permintaan konsumen, kemampuan teknis, ketersediaan tenaga kerja.

 

4. Terdapat beberapa definisi dari closed loop, antara lain:

1. Closed loop manufacturing resource planning, juga dikenal sebagai closed loop MRP (CLMRP) yang merupakan sumber daya perencanaan manufaktur model yang menggabungkan kembali produk sebagai bagian dari rantai suplai. Dalam model, produsen peralatan asli ( OEM ) bertanggung jawab untuk loop kembali (RL) proses. Produk kembali (juga dikenal sebagai inti) sering datang langsung dari pelanggan atau saluran eceran, tetapi mereka juga dapat berasal dari fasilitas produksi dalam bentuk manufaktur oleh-produk atau komponen yang gagal memenuhi pengendalian mutu produsen kriteria. Dikembalikan produk yang dihitung sebagai inventaris karena mereka dapat diperiksa dan dijual kembali, diperbaharui atau digunakan untuk bagian-bagian. Dengan closed loop dan mengelola siklus hidup produk secara holistik, produsen memiliki kontrol yang lebih baik rantai suplai dan perencanaan manufaktur. Closed loop MRP perencanaan sering dikreditkan ke IBM.

2. Sistem closed-loop MRP adalah aplikasi perangkat lunak yang membantu produsen melacak persediaan dan menggunakan pengetahuan, bersama dengan variabel produksi lainnya, untuk menyesuaikan rencana manufaktur masa depan.

 

5. MRP (Material Requirements Planning) hanya memperhitungkan perkiraan perencanaan material (Material Planning Projections) berdasarkan tahap explosion dari Bill Of Material. Sedangkan MRP II memperhitungkan semua sumber daya manufaktur yang ada untuk proses simulasi pro-aktif ‘What if’. Sedangkan prinsip ERP (Enterprise Resource Planning) yaitu memperhitungkan semua sistem manajemen bisnis, filosofi dan evaluasi performans pada semua level.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s